Israel Bantah Laporan Saudi Beli Sistem Rudal Iron Dome

loading…

Sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel. Foto/REUTERS/Amir Cohen

TEL AVIV – Otoritas keamanan Israel membantah laporan media yang menyebut Arab Saudi membeli sistem rudal pertahanan Irone Dome, salah satu perisai misil andalan Tel Aviv. Pihak Riyadh belum mengomentari laporan tersebut.

Al-Khaleej Online, media yang berbasis di London, mengutip sumber diplomatik mengatakan bahwa Israel setuju untuk menjual sistem pertahanan canggih itu setelah mendapat tekanan dari Washington.

Bantahan Tel Aviv disampaikan para pejabat keamanan Israel pada hari Kamis (13/9/2018) yang dikutip Haaretz.

Menurut laporan Al-Khaleej Online, penjualan sistem Iron Dome mencerminkan pemanasan hubungan antara Israel dan Arab Saudi. Laporan itu tak disertai rincian detail, termasuk jumlah baterai sistem Iron Dome yang dibeli dan harganya.

Namun, media tersebut menyebut transaksi akan berlangsung pada bulan Desember mendatang dan sistem pertahanan canggih itu akan dikerahkan di perbatasan Arab Saudi dengan Yaman.

Tak hanya itu, Al-Khaleej Online juga mengklaim bahwa Riyadh sedang menjajaki kerja sama militer dengan Tel Aviv.

Israel, kata laporan itu, awalnya menentang penjualan sistem Iron Dome ke negara-negara Arab, namun pendiriannya berubah setelah mendapat tekanan Amerika Serikat.

Sumber diplomatik yang dikutip Al-Khaleej Online mengatakan bahwa Arab Saudi diharapkan untuk memeriksa efektivitas operasional sistem pertahanan itu, dan kemudian membeli dalam jumlah banyak.

Riyadh sejauh ini mengandalkan sistem pertahanan Patriot AS untuk menjamin keamanan wilayahnya dari serangan rudal-rudal balistik yang ditembakkan kelompok pemberontak Houthi Yaman.

Sejak intervensi militer di Yaman dengan memimpin Koalisi Arab untuk memerangi pemberontak Houthi, beberapa wilayah Saudi sudah beberapa kali menjadi target serangan rudal oleh Houthi. Wilayah yang jadi target itu termasuk Ibu Kota Arab Saudi; Riyadh, dan fasilitas perusahaan minyak negara; Aramco.

Sebagian besar rudal telah dihalau sistem pertahanan yang dioperasikan militer Riyadh. Sejak Koalisi Arab melakukan intervensi militer di Yaman tahun 2015, sekitar 112 warga sipil tewas.

(mas)