Rusia Sebut AS Berniat Perparah Pertumpahan Darah di Suriah

loading…

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. Foto/Istimewa

MOSKOW – Washington berusaha menghalangi langkah maju perdamaian dengan secara sengaja memperpanjang konflik di Suriah dengan menyelamatkan para teroris. Hal itu dikatakan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Zakharova mengatakan AS jelas berjuang untuk membenarkan kehadiran militernya di wilayah Suriah karena menggunakan pejabat dan media bias untuk mempersiapkan dunia untuk babak baru agresi terhadap republik Arab.  Tujuan retorika semacam itu sederhana, untuk mengubah “vektor” peristiwa di negara itu, yang berubah menuju jalur damai tahun lalu.

“Kami melihat tindakan Washington sebagai upaya untuk secara sengaja memperpanjang konflik bersenjata dan pertumpahan darah di Suriah dengan menyelamatkan para teroris yang terkait dengan Al-Qaeda dari kekalahan terakhir,” kata diplomat itu seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (14/9/2018).

Dikatakan Zakhrova, tindakan AS di Suriah harus dihadapi dengan perlawanan yang kuat. Jika tidak, seluruh dunia akan dibawa ke tepi jurang,

Situasi di sekitar negara yang dilanda perang itu menunjukkan bahwa Washington berusaha untuk menciptakan dominasi global untuk satu tujuan yaitu untuk membangun koalisi yang mencolok dari negara-negara Barat terkemuka. Selanjutnya, koalisi itu akan digunakan untuk menawarkan solusi militer untuk masalah yang terjadi di dunia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengulangi peringatan berulang kali Moskow bahwa gerilyawan berencana untuk melancarkan serangan False Flag di Suriah dan melanjutkan persiapan mereka untuk itu.

Sebelumnya militer Rusia mengungkapkan bahwa kelompok kontroversial White Helmets, telah mengambil gambar setidaknya sembilan video. Pengambilan gambar itu ditujukan untuk digunakan melawan pemerintah Suriah, menyalahkan kesalahan tersebut atas insiden yang terjadi.

Sementara itu, AS telah mempersiapkan pasukan ke wilayah tersebut. USS Bulkeley, kapal penghancur kelas Arleigh Burke, adalah kekuatan terbaru. Pesawat itu memasuki Laut Tengah melalui Selat Gibraltar pada hari Rabu, dan kedatangannya di wilayah itu meningkatkan gudang senjata Washington hingga 200 rudal jelajah Tomahawk.

Pekan lalu, Rusia melakukan latihan militer skala besar di lepas pantai Suriah. Kehadiran pasukan angkatan laut Rusia di daerah itu dianggap sebagai penghalang kemungkinan agresi dari AS dan sekutu-sekutunya.

(ian)