Pentagon Protes Pembom Rusia Terbang Dekat Alaska

loading…

Pentagon layangkan protes setelah dua pesawat pembom Rusia terbang dekat Alaska. Foto/Ilustrasi

WASHINGTON – Pentagon melayangkan protes setelah jet tempur Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mencegat dua pembom Rusia di wilayah udara internasional di sebelah barat negara bagian Alaska.

Jet tempur F-22 Raptor mencegat pembom strategis jarak jauh Rusia, Tu-95 Bear, pada 12-13 September malam. Demikian bunyi pernyataan komando bersama AS-Kanada pada 13 September.

Komando Utara AS dan Pertahanan Kedirgantaraan Amerika Utara (NORAD) mengatakan, pesawat pembom turboprop era Perang Dingin berkekuatan empat mesin, dikawal oleh dua pesawat tempur Su-35 Rusia, bertahan di wilayah udara internasional dan tidak pernah memasuki zona AS atau Kanada.

“Para pembom Tu-95 mampu membawa senjata nuklir,” kata Pentagon seperti dikutip dari RFERL, Jumat (14/9/2018).

Jet-jet itu mengikuti pesawat Rusia sampai mereka meninggalkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska. Militer memonitor lalu lintas udara di zona itu, yang memanjang 320 kilometer dari pantai Alaska.

Insiden itu terjadi bersamaan dengan manuver militer terbesar Rusia, yang menampilkan sekitar 300 ribu pasukan, yang berlangsung di Siberia timur.

Komandan NORAD, Jenderal Terrence O’Shaughnessy mengatakan, penerbangan Rusia tampaknya bukan bagian langsung dari manuver-manuver tersebut, meskipun sangat terkait dengan itu.

Pada tanggal 6 September, dua pesawat jet Angkatan Udara AS bergegas mengawal sepasang pesawat pembom Tu-95 Rusia yang melakukan penerbangan di atas Samudra Arktik, Laut Bering, dan Laut Okhotsk.

Seorang juru bicara NORAD mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat pembom Rusia terbang di Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska, selatan Kepulauan Aleutian.

Kementerian Pertahanan Rusia pada 7 September mengkonfirmasi insiden itu, mengatakan para pembom melakukan penerbangan terjadwal di atas perairan netral ketika mereka dikawal oleh pesawat tempur F-22 AS.

(ian)