AS Jatuhkan Sanksi terhadap 20 Entitas Iran, Termasuk 4 Bank

loading…

Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto/REUTERS

WASHINGTON – Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjatuhan sanksi baru terhadap 20 entitas (perusahaan) Iran, termasuk empat bank. Gelombang sanksi ini bagian dari imbas penarikan diri Washington dari perjanjian internasional tahun 2015 soal program nuklir Iran.

“Jaringan yang berbasis di Iran ini dikenal sebagai Bonyad Taavon Basij, yang diterjemahkan sebagai Basij Cooperative Foundation, dan terdiri dari setidaknya 20 perusahaan dan lembaga keuangan,” kata departemen itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Rabu (17/10/2018).

Empat bank terkemuka yang menjadi bagian dari 20 entitas yang dijatuhi sanksi AS antara lain Bank Mellat, Sina Bank, Parsian Bank, Mehr Eqtesad Bank.

Lima perusahaan investasi, termasuk Negin Sahel Royal Company dan Mehr Eqtesad Financial Group juga masuk dalam daftar entitas yang terkena sanksi Washington.

Keputusan Departemen Keuangan Amerika ini keluar setelah perwakilan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, menegaskan bahwa Washington belum akan mengubah pendiriannya terhadap sanksi Iran.

AS merupakan bagian dari enam negara kekuatan dunia (Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman) yang meneken perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dengan Iran pada Mei 2015. Saat itu AS di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama.

Dalam JCPOA, Iran bersedia mengekang program nuklirnya. Sebagai imbalannya, sanksi internasional terhadap Teheran dicabut.

Namun, sejak Trump berkuasa tahun 2017 kebijakan Washington terhadap Teheran berubah drastis. Trump nekat menarik diri AS dari JCPOA yang dia anggap sebagai “kesepakatan cacat”.

Setelah membuat AS “mengkhianati” JCPOA, administrasi Trump mengembalikan sanksi terhadap Iran yang sempat dicabut.

Penarikan diri AS dari JCPOA telah mendorong penandatangan lain, termasuk Rusia, China dan negara-negara Eropa bertekad menyelamatkan kesepakatan nuklir bersejarah tersebut.

(mas)